Kamis, 08 Januari 2015

letak keikhlasan--

menjalani semuanya sampai dengan tiga bulan terakhir ini membuat beragam tanya dalam hati, mengapa cintaku di campakkan? mengapa secepat itu dia menjelajah dan berpindah ke hati wanita lain? sudah sepenuhnyakah hatinya meninggalkan semua cerita? bertahan dengan pertanyaan yang berkecamuk di dada menimbulkan sesak yang berkepanjangan hingga terbawa mimpi, seharusnya aku berhenti bertanya "kenapa?" "adaapa?" karna bahkan tak ada satupun elemen yang ada diatas permukaan bumi ini yang lepas dari sudut pandang sang empunya kehidupan, jatuhnya daun pun sudah diatur Allah, apalagi hanya perasaan manusia? semula aku berfikir dialah orangnya, dialah yang terbaik, namun semua keyakinan itu tak ada artinya jika Allah berkata Tidak. apakah aku mampu berjalan tanpa harus menoleh lg ke belakang?